Minggu, 28 September 2014

MAN buntet Pesantren Cirebon : tugas sekolah

PERCOBAAN PERTAMA

BAB 1   

1.1            MENGAMATI PERBEDAAN ANTARA UNSUR, SENYAWA DAN CAMPURAN



1.2            TUJUAN

Ø Mengenal berbagai materi melalui percobaan sederhana
Ø Mengamati perubahan yang terjadi pada setiap percobaan
Ø Menyimpulkan hasil percobaan



Tujuan adanya percobaan sederhana ini tak lain adalah untuk memahami apa itu materi, unsur, senyawa dan campuran. Mengamati secara langsung apa itu zat. Macam-macam zat dan juga sifat-sifat serta penggolongan dari zat tersebut. Melalui praktikum srderhana dengan menggunakan bahan-bahan sederhana diharapkan mampu memberikan pengertian lang lebih mudah dan paham.








BAB II

II.3      BAHAN PERCOBAAN

            Dalam melakukan percobaan, bahan-bahanyang dibutuhkan antara lain sebagai berikut :
·        Garam 2 sendok
·        Gula dua sendok
·        Teh celup
·        Pasir
·        Tanah
·        Saus
·        Kecap
·        Kawat solder
·        Kabel
·        Air
II.4      ALAT PERCOBAAN

            Adapun alat-alat yang diperlukan adalah :
·        Gelas plastic bening 5 buah
·        2 buah sendok


II.5      GAMBAR



BAB III
III.6       PROSEDUR PERCOBAAN
            Langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain :
Ø Isilah tiap-tiap gelas plastik dengan air secukupnya
Ø Setelah terisi air, masukan tiap-tiap bahan (gula, garam, the celup, pasir, tanah) ke setiapgelas yang berbeda
Ø Aduk lah tiap-tiap gelas yang sudah dimasukkan bahan-bahan tersebut dengan menggunakan sendok secara merata
Ø Amati perubahan-[erubahan yang terjadi pada setiap gelas
III.7     HASIL PERCOBAAN
            Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
Ø Bahan-bahan seperti teh celup, gula, garam, tanah, dan pasir dapat larut dalam air
Ø Diantara bahan bahan tersebut terdapat bahan yang terlarut secara sempurna(campuran homogen. Seperti : larutan gula, larutan garam, larutan teh) dan secara tidak sempurna (campuran heterogen. Seperti : larutan tanah dan larutan pasir)
Ø Dapat di deskripsikan bahwa bahan-bahan tersebut yang sudah terlarut dalam air disebut campuran
Ø Adapun saus termasuk kedalam campuran heterogen, kecap termasuk campuran homogen, kawat solder dan kabel termasuk unsur.




III.8 LANDASAN TEORI
            Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia
Ø Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan  , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik.
Ø Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.
Ø
             Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya. Misalnya, campuran antara air dan gula menghasilkan cairan yang berasa manis.
Campuran dapat berupa gabungan unsur, senyawa, atau keduanya. Campuran Homogen memiliki komposisi maupun wujud yang seragam. Misalnya air gula dan santan. Sebaliknya campuran heterogen memiliki komposisi yang tidak seragam. Misalnya, campuran antara air dan pasir. Campuran dapat dipisahikan menjadi zat-zat penyusun berdasarkan perbedaan sifat zat-zat penyusunnya, misalnya dengan penyaringan.
Penulisan unsur dipermudah dengan adanya lambang unsur. Bagaimana mempermudah penulisan susunan senyawa? Caranya dengan menggunakan rumus kimia, yaitu gabungan lambang unsur sesuai unsur yang menyusun senyawa. Misalnya, lambang unsur natrium adalah Na dan lambang unsur klorin adalah Cl. Jika natrium direaksikan dengan klorin akan menghasilkan senyawa natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Nama umum NaCl ialah garam dapur.


PERCOBAAN KEDUA
BAB 1

1.1      WUJUD PERUBAHAN MATERI


I.2       TUJUAN

Ø Mengetahui tingkat perubahan wujud zat
Ø Mengamati perubahan yang terjadi dalam percobaan
Ø Menyimpulkan hasil percobaan

Pada percobaan yang kedua ini, akan dibahas tentang perubahan wujud zat. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi. mengamati dan memahami perubahan apa saja yang terjadi . dan menyimpulkan hasil dari percobaan tersebut.






BAB II
II.3      BAHAN PERCOBAAN
Ø Balok es

II.4      ALAT PERCOBAAN
Ø Gelas kimia
Ø Penahan kaki tiga
Ø Kasa
Ø Pembakar Bunsen

II.5      GAMBAR
 
BAB III
III.6     PROSEDUR PERCOBAAN
Ø Letakkan gelas kimia diatas penahan kaki tiga
Ø Masukkan balok es tersebut kedalam gelas kimia
Ø Nyalakan pembakar Bunsen, kemudian amati secara seksama wujud es tersebut.
Ø Setelah es mencair tetap panaskan hingga isi gelas kimia kosong

III.7     HASIL PERCOBAAN
Ø Ketika es dimasukkan kedalam gelas kimia dan pembakar Bunsen telah dinyalakan, perlahan terjadi beberapa perubahan pada es tersebut.
Ø Es perlahan mencair seiring semakin meningkatnya suhu
Ø Dan beberapa saat setelah itu, es  terus mencair dan berubah wujud menjadi air.
Ø Beberapa saat kemudian, air akan menguap karena semakin meningkatnya suhu. Dan gelas kimia menjadi kosong

III.8     LANDASAN TEORI
Wujud Materi (padat, cair, dan gas)
Zat padat

Zat padat adalah materi yang mempunyai bentuk dan volume (ruang yang ditempati zat padat, cair, atau gas) tertentu. Ada dua cara utama partikel-partikel padat bisa tersusun yakni dalam baris-baris teratur yang rapi atau dalam susunan yang tidak tentu. Zat padat yang partikel-partikelnya tersusun dalam baris-baris yang teratur rapi disebut kristal. Contoh umum kristal adalah sebagian besar logam, intan, es, dan kristal garam. Zat padat yang partikel-partikelnya tidak tersusun secara teratur disebut amorf. Zat padat amorf biasanya bertekstur mengilat atau elastis. Contoh umum zat padat amorf adalah lilin, kaca, karet, dan plastik. Karena partikel-partikelnya tersusun berdekatan menyatu, zat padat tidak bisa dimampatkan dengan mudah—zat padat tidak bisa dikecilkan dengan menekannya.

Pada zat padat, partikel-partikel individu tidak bergerak cukup cepat untuk mengalahkan gaya tarik-menarik antar partikel. Partikel-partikel itu bergetar namun terikat rapat di tempatnya.
Zat cair
Seperti zat padat, zat cair mempunyai volume tertentu. Tidak seperti zat padat, zat cair akan berbentuk seperti wadah yang ditempatinya. Zat cair digambarkan sebagai zalir (fluida). Zalir adalah zat dengan molekul-molekul yang bergerak bebas saling melewati, sehingga zalir menyesuaikan bentuk wadahnya. Seperti zat padat, partikel-partikel dalam zat cair tersusun secara rapat. Zat cair juga sulit dimampatkan.

Pada zat cair, molekul-molekul tersusun rapat. Meskipun demikian, partikel-partikel itu mempunyai cukup energi untuk mengatasi sebagian dari tarik-menariknya dengan molekul di dekatnya dan bergeser saling melewati.

Gas
Gas adalah wujud materi yang mudah berubah bentuk dan volumenya. Seperti zat cair, gas digambarkan sebagai zalir. Partikel-partikel di dalam gas dengan cepat menyebar mengisi semua ruang yang tersedia. Karena terdapat jarak yang jauh antara partikel-partikel gas, gas bisa dengan mudah dimampatkan untuk mengurangi volumenya.

Pada gas, molekul-molekul individu bergerak sangat cepat dan mengatasi hampir semua gaya antar partikel. Partikel-partikel bergerak secara bebas di dalam seluruh ruang yang ditempatinya.



III.9  PERTANYAAN
1.     Bagaimana wujud es balok sebelum dipanaskan?
2.     Bagaimana wujud balok es setelah dipanaskan?
3.     Bagaimanakah wujud air setelah dipanaskan?
4.     Nyatakan kesimpulan!

JAWAB :
1.     Wujud es balok sebelum dipanaskan padat
2.     Wujudnya setelah dipanaskan mencair menjadi air
3.     Setelah dipanaskan air akan menguap menjadi gas
4.     Kesimpulannya adalah sebagai berikut :
a.     Bahwa air dapat mengalami perubahan wujud
b.     Perubahan wujud air adalah dari padat menjadi cair dan dari cair menjadi gas dan seterusnya
c.      Air mengalami perubahan wujudnya saja bukan zat atau materinya.








PERCOBAAN KETIGA

BAB 1

1.1    SIFAT DAN PERUBAHAN ZAT MATERI


1.2    TUJUAN

Ø Mengetahui berbagai macam perubahan materi
Ø Mengamati perubahan zat/materi
Ø Menyimpulkan hasil percobaan

Pada percobaan yang terakhir, akan dilakukan eksperimen yang menjelaskan dan menjabarkan tentang perubahan yang terjadi pada zat/materi







BAB II
II.3      BAHAN PERCOBAAN
Ø Kertas
Ø Lilin
II.4      ALAT PERCOBAAN
Ø Tabung reaksi
Ø Pembakar Bunsen
Ø Penjepit tabung
II.5 GAMBAR







BAB III

III.6  PROSEDUR PERCOBAAN
Ø Potonglah lilin tipis-tipis dan masukkan ke tabung reaksi
Ø Panaskan pangkal tabung reaksi
Ø Amati perubahan yang terjadi
Ø Ambil pemanas dan diamkan beberapa saat
Ø Amati lilin tersebut
Ø Sediakan kertas
Ø Bakarlah kertas tersebut
Ø Amati wujud atau bentuk kertasnya setelah  terbakar
III.7  HASIL PERCOBAAN
Ø Pada saat lilin dipanaskan, maka lilin meleleh dan yang semula padat menjadi cair
Ø Kemudian setelah lilin didiamkan kembali, maka lilin ke bentuk semulanya, yaitu kembali padat.
Ø Pada saat kertas dibakar. Kertas akan mengalami perubahan  kimia. Dan menghasilkan zat baru. Hasil dari pembakaran kertas adalah abu, dan abu tak dapat kembali menjadi kertas.
III.8  LANDASAN TEORI
1.     Sifat Materi
Secara umum sifat suatu materi dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu sifat kimia dan sifat fisika,.
1.     Sifat fisika  dari sebuah materi adalah sifat-sifat yang terkait dengan perubahan fisika, yaitu sebuah sifat yang dapat diamati karena adanya perubahan fisika atau perubahan yang tidak kekal. Sifat fisika berkaitan dengan penampilan atau  keadaan fisis materi, yaitu wujud, titik leleh, titik didih, indeks bias, daya hantar, warna, rasa, dan bau. Air sebagai zat cair memiliki sifat fisika seperti mendidih pada suhu 100oC. Sedangkan logam memiliki titik lebur yang cukup tinggi, misalnya besi melebur pada suhu 1500oC.Sifat materi yang ada hubungannya dengan sifat fisika yaitu :  titik leleh dan titik didih, berat jenis, indeks bias dan perubahan wujud.
2.      Sifat Kimia dari sebuah materi merupakan sifat-sifat yang dapat diamati muncul pada saat terjadi perubahan kimia. . Sifat kimia adalah sifat yang berkaitan dengan perubahan kimia yang dapat dialami oleh suatu materi, misal dapat terbakar, berkarat, mudah bereaksi, beracun, dan bersifat asam atau basa. Beberapa sifat kimia yang lain adalah bagaimana sebuah zat dapat terurai, seperti Batu kapur yang mudah berubah menjadi kapur tohor yang sering disebut dengan kapur sirih dan gas karbon dioksida.contoh sifat kimia adalah: daya ionisasi,kelarutan dan kereaktifan
2.      Perubahan Materi

Perubahan materi adalah perubahan sifat suatu zat atau materi menjadi zat yang lain baik yang menjadi zat baru maupun tidak. Perubahan materi terbagi menjadi dua macam, yaitu
a.Perubahan Materi Secara Fisika atau Fisis
Perubahan fisika adalah perubahan yang merubah suatu zat dalam hal bentuk, wujud atau ukuran, tetapi tidak merubah zat tersebut menjadi zat baru. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak mengakibatkan pembentukan zat baru, misalnya es meleleh menjadi air dan tidak membentuk zat baru, tetapi hendaknya diperhatikan bahwa dalam perubahan fisika memang terjadi beberapa perubahan dan terjadinya transformasi energy.Contoh perubahan fisis :
a)      perubahan wujud
es balok yang mencair menjadi air
air menguap menjadi uap
kapur barus menyublim menjadi gas, dsb
b)      perubahan bentuk
gandum yang digiling menjadi tepung terigu
benang diubah menjadi kain
batang pohon dipotong-potong jadi kayu balok dan triplek, dll
b.Perubahan  Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan dari suatu zat atau materi yang
menyebabkan terbantuknya zat baru. Perubahan kimia mempunyai kenderungan untuk mengadakan reaksi kimia.Contoh perubahan kimia :
·        bensin biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair menjadi asap knalpot.
·        proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan sebagainya menjadi makanan
·        membuat masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang dapat dimakan
III.9 PERTANYAAN

1.     Setelah berubahnya wujud, dapatkah lilin kembali ke wujud asalnya?
2.     setelah kertas terbakar, dapatkah kertas kembali kewujud smula?
3.     perubahan apakah yang terjadi pada lilin atau kertas seperti kegiatan diatas?
4.     buatlah perbandingan dalam bentuk tabel  perubahan yang terjadi pada lilin dan kertas
5.     buatlah kesimpulan berdasarkan hasil yang anda peroleh!

JAWABAN

1.     Lilin dapat kembali kewujud asalnya
2.     Kertas tak dapat kembali pada wujud asalnya tetapi menghasilkan zat baru
3.     Lilin = mengalami perubahan bentuk yang semula padat, jika dipanaskan akan meleleh dan jika didiamkan kembali akan kembali padat.
Kertas = mengalami perubahan materi yang menghasilkan zat baru. Semula kertas dan setelah mengalami proses pembakaran akan menjadi abu. Dan abu tak bisa kembali menjadi kertas
4. 
LILIN

KERTAS
Dapat kembali dalam wujud asal

Tidak dapat kembali pada wujud asal
Tidak menghasilkan zat baru

Menghasilkan zat baru

5. kesimpulan
       Dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan materi dibagi menjadi dua yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Pada perubahan fisika materi atau zat yang berubah dapat kembali pada wujud asalnya tetapi tidak menghasilkan zat baru, hanya wujudnya saja yang berubah. Seperti halnya dengan lilin yang dipanaskan alak meleleh dan jika didiamkan akam kembali mengeras. Sedangkan dalam perubahan kimia, zat yang berubah tak dapat kembali pada wujud asalnya dan dapat menghasilkna zat baru. Seperti kertas yang dibakar menghasilkan abu, dan abu tidak dapat kembali menjadi kertas.