BAB 1
1.1
MENGAMATI PERBEDAAN ANTARA UNSUR,
SENYAWA DAN CAMPURAN
1.2
TUJUAN
Ø Mengenal berbagai materi melalui
percobaan sederhana
Ø Mengamati perubahan yang terjadi pada
setiap percobaan
Ø Menyimpulkan hasil percobaan
Tujuan
adanya percobaan sederhana ini tak lain adalah untuk memahami apa itu materi,
unsur, senyawa dan campuran. Mengamati secara langsung apa itu zat. Macam-macam
zat dan juga sifat-sifat serta penggolongan dari zat tersebut. Melalui
praktikum srderhana dengan menggunakan bahan-bahan sederhana diharapkan mampu
memberikan pengertian lang lebih mudah dan paham.
BAB II
II.3 BAHAN
PERCOBAAN
Dalam melakukan percobaan,
bahan-bahanyang dibutuhkan antara lain sebagai
berikut :
·
Garam
2 sendok
·
Gula
dua sendok
·
Teh
celup
·
Pasir
·
Tanah
·
Saus
·
Kecap
·
Kawat
solder
·
Kabel
·
Air
II.4 ALAT
PERCOBAAN
Adapun alat-alat yang diperlukan
adalah :
·
Gelas
plastic bening 5 buah
·
2
buah sendok
II.5 GAMBAR
BAB III
III.6 PROSEDUR PERCOBAAN
Langkah-langkah yang harus dilakukan
antara lain :
Ø Isilah tiap-tiap gelas plastik dengan
air secukupnya
Ø Setelah terisi air, masukan tiap-tiap
bahan (gula, garam, the celup, pasir, tanah) ke setiapgelas yang berbeda
Ø Aduk lah tiap-tiap gelas yang sudah
dimasukkan bahan-bahan tersebut dengan menggunakan sendok secara merata
Ø Amati perubahan-[erubahan yang
terjadi pada setiap gelas
III.7 HASIL
PERCOBAAN
Dari percobaan tersebut dapat
disimpulkan sebagai berikut :
Ø Bahan-bahan seperti teh celup, gula,
garam, tanah, dan pasir dapat larut dalam air
Ø Diantara bahan bahan tersebut
terdapat bahan yang terlarut secara sempurna(campuran homogen. Seperti :
larutan gula, larutan garam, larutan teh) dan secara tidak sempurna (campuran
heterogen. Seperti : larutan tanah dan larutan pasir)
Ø Dapat di deskripsikan bahwa
bahan-bahan tersebut yang sudah terlarut dalam air disebut campuran
Ø Adapun saus termasuk kedalam campuran
heterogen, kecap termasuk campuran homogen, kawat solder dan kabel termasuk unsur.
III.8 LANDASAN TEORI
Unsur adalah zat murni
yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi
kimia
Ø Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama
akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat
dibengkokan , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik.
Ø Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah,
tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar
menghantarkan panas atau arus listrik.
Ø
Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya. Misalnya, campuran antara air dan gula menghasilkan cairan yang berasa manis.
Campuran dapat berupa gabungan unsur, senyawa, atau keduanya. Campuran Homogen memiliki komposisi maupun wujud yang seragam. Misalnya air gula dan santan. Sebaliknya campuran heterogen memiliki komposisi yang tidak seragam. Misalnya, campuran antara air dan pasir. Campuran dapat dipisahikan menjadi zat-zat penyusun berdasarkan perbedaan sifat zat-zat penyusunnya, misalnya dengan penyaringan.
Penulisan unsur dipermudah dengan adanya lambang unsur. Bagaimana mempermudah penulisan susunan senyawa? Caranya dengan menggunakan rumus kimia, yaitu gabungan lambang unsur sesuai unsur yang menyusun senyawa. Misalnya, lambang unsur natrium adalah Na dan lambang unsur klorin adalah Cl. Jika natrium direaksikan dengan klorin akan menghasilkan senyawa natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Nama umum NaCl ialah garam dapur.
Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya. Misalnya, campuran antara air dan gula menghasilkan cairan yang berasa manis.
Campuran dapat berupa gabungan unsur, senyawa, atau keduanya. Campuran Homogen memiliki komposisi maupun wujud yang seragam. Misalnya air gula dan santan. Sebaliknya campuran heterogen memiliki komposisi yang tidak seragam. Misalnya, campuran antara air dan pasir. Campuran dapat dipisahikan menjadi zat-zat penyusun berdasarkan perbedaan sifat zat-zat penyusunnya, misalnya dengan penyaringan.
Penulisan unsur dipermudah dengan adanya lambang unsur. Bagaimana mempermudah penulisan susunan senyawa? Caranya dengan menggunakan rumus kimia, yaitu gabungan lambang unsur sesuai unsur yang menyusun senyawa. Misalnya, lambang unsur natrium adalah Na dan lambang unsur klorin adalah Cl. Jika natrium direaksikan dengan klorin akan menghasilkan senyawa natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Nama umum NaCl ialah garam dapur.
PERCOBAAN KEDUA
BAB 1
1.1 WUJUD
PERUBAHAN MATERI
I.2 TUJUAN
Ø Mengetahui tingkat perubahan wujud zat
Ø Mengamati perubahan yang terjadi dalam
percobaan
Ø Menyimpulkan hasil percobaan
Pada
percobaan yang kedua ini, akan dibahas tentang perubahan wujud zat. Mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi. mengamati dan memahami perubahan apa saja yang terjadi . dan
menyimpulkan hasil dari percobaan tersebut.
BAB II
II.3
BAHAN PERCOBAAN
Ø Balok es
II.4 ALAT
PERCOBAAN
Ø Gelas kimia
Ø Penahan kaki tiga
Ø Kasa
Ø Pembakar Bunsen
II.5 GAMBAR
BAB III
III.6 PROSEDUR
PERCOBAAN
Ø Letakkan gelas kimia diatas penahan kaki tiga
Ø Masukkan balok es tersebut kedalam gelas kimia
Ø Nyalakan pembakar Bunsen, kemudian amati
secara seksama wujud es tersebut.
Ø Setelah es mencair tetap panaskan hingga isi
gelas kimia kosong
III.7 HASIL
PERCOBAAN
Ø Ketika es dimasukkan kedalam gelas kimia dan
pembakar Bunsen telah dinyalakan, perlahan terjadi beberapa perubahan pada es
tersebut.
Ø Es perlahan mencair seiring semakin
meningkatnya suhu
Ø Dan beberapa saat setelah itu, es terus mencair dan berubah wujud menjadi air.
Ø Beberapa saat kemudian, air akan menguap
karena semakin meningkatnya suhu. Dan gelas kimia menjadi kosong
III.8 LANDASAN
TEORI
Wujud Materi (padat, cair, dan gas)
Zat
padat
Zat padat adalah
materi yang mempunyai bentuk dan volume (ruang yang ditempati zat padat, cair,
atau gas) tertentu. Ada dua cara utama partikel-partikel padat bisa tersusun
yakni dalam baris-baris teratur yang rapi atau dalam susunan yang tidak tentu.
Zat padat yang partikel-partikelnya tersusun dalam baris-baris yang teratur
rapi disebut kristal. Contoh umum kristal adalah sebagian besar logam, intan,
es, dan kristal garam. Zat padat yang partikel-partikelnya tidak tersusun
secara teratur disebut amorf. Zat padat amorf biasanya bertekstur mengilat atau
elastis. Contoh umum zat padat amorf adalah lilin, kaca, karet, dan plastik.
Karena partikel-partikelnya tersusun berdekatan menyatu, zat padat tidak bisa
dimampatkan dengan mudah—zat padat tidak bisa dikecilkan dengan menekannya.
Pada zat padat, partikel-partikel individu
tidak bergerak cukup cepat untuk mengalahkan gaya tarik-menarik antar partikel.
Partikel-partikel itu bergetar namun terikat rapat di tempatnya.
Zat
cair
Seperti zat
padat, zat cair mempunyai volume tertentu. Tidak seperti zat padat, zat cair
akan berbentuk seperti wadah yang ditempatinya. Zat cair digambarkan sebagai
zalir (fluida). Zalir adalah zat dengan molekul-molekul yang bergerak bebas
saling melewati, sehingga zalir menyesuaikan bentuk wadahnya. Seperti zat
padat, partikel-partikel dalam zat cair tersusun secara rapat. Zat cair juga
sulit dimampatkan.
Pada zat cair,
molekul-molekul tersusun rapat. Meskipun demikian, partikel-partikel itu
mempunyai cukup energi untuk mengatasi sebagian dari tarik-menariknya dengan
molekul di dekatnya dan bergeser saling melewati.
Gas
Gas adalah wujud
materi yang mudah berubah bentuk dan volumenya. Seperti zat cair, gas
digambarkan sebagai zalir. Partikel-partikel di dalam gas dengan cepat menyebar
mengisi semua ruang yang tersedia. Karena terdapat jarak yang jauh antara
partikel-partikel gas, gas bisa dengan mudah dimampatkan untuk mengurangi
volumenya.
Pada gas,
molekul-molekul individu bergerak sangat cepat dan mengatasi hampir semua gaya
antar partikel. Partikel-partikel bergerak secara bebas di dalam seluruh ruang
yang ditempatinya.
III.9 PERTANYAAN
1. Bagaimana wujud es balok sebelum dipanaskan?
2. Bagaimana wujud balok es setelah dipanaskan?
3. Bagaimanakah wujud air setelah dipanaskan?
4. Nyatakan kesimpulan!
JAWAB :
1. Wujud es balok sebelum dipanaskan padat
2. Wujudnya setelah dipanaskan mencair menjadi
air
3. Setelah dipanaskan air akan menguap menjadi
gas
4. Kesimpulannya adalah sebagai berikut :
a. Bahwa air dapat mengalami perubahan wujud
b. Perubahan wujud air adalah dari padat menjadi
cair dan dari cair menjadi gas dan seterusnya
c. Air mengalami perubahan wujudnya saja bukan
zat atau materinya.
PERCOBAAN KETIGA
BAB 1
1.1 SIFAT DAN PERUBAHAN ZAT MATERI
1.2 TUJUAN
Ø Mengetahui berbagai macam perubahan materi
Ø Mengamati perubahan zat/materi
Ø Menyimpulkan hasil percobaan
Pada
percobaan yang terakhir, akan dilakukan eksperimen yang menjelaskan dan menjabarkan
tentang perubahan yang terjadi pada zat/materi
BAB II
II.3 BAHAN
PERCOBAAN
Ø Kertas
Ø Lilin
II.4 ALAT
PERCOBAAN
Ø Tabung reaksi
Ø Pembakar Bunsen
Ø Penjepit tabung
II.5 GAMBAR
BAB III
III.6 PROSEDUR PERCOBAAN
Ø Potonglah lilin tipis-tipis dan masukkan ke tabung
reaksi
Ø Panaskan pangkal tabung reaksi
Ø Amati perubahan yang terjadi
Ø Ambil pemanas dan diamkan beberapa saat
Ø Amati lilin tersebut
Ø Sediakan kertas
Ø Bakarlah kertas tersebut
Ø Amati wujud atau bentuk kertasnya setelah terbakar
III.7 HASIL PERCOBAAN
Ø Pada saat lilin dipanaskan, maka lilin meleleh dan
yang semula padat menjadi cair
Ø Kemudian setelah lilin didiamkan kembali, maka lilin
ke bentuk semulanya, yaitu kembali padat.
Ø Pada saat kertas dibakar. Kertas akan mengalami
perubahan kimia. Dan menghasilkan zat
baru. Hasil dari pembakaran kertas adalah abu, dan abu tak dapat kembali
menjadi kertas.
III.8 LANDASAN TEORI
1.
Sifat
Materi
Secara
umum sifat suatu materi dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu sifat kimia
dan sifat fisika,.
1.
Sifat fisika dari sebuah
materi adalah sifat-sifat yang terkait dengan perubahan fisika, yaitu sebuah
sifat yang dapat diamati karena adanya perubahan fisika atau perubahan yang
tidak kekal. Sifat fisika berkaitan dengan penampilan atau keadaan fisis
materi, yaitu wujud, titik leleh, titik didih, indeks bias, daya hantar, warna,
rasa, dan bau. Air sebagai zat cair memiliki sifat fisika seperti mendidih pada
suhu 100oC. Sedangkan logam memiliki titik lebur yang cukup tinggi,
misalnya besi melebur pada suhu 1500oC.Sifat materi yang ada
hubungannya dengan sifat fisika yaitu : titik leleh dan titik didih,
berat jenis, indeks bias dan perubahan wujud.
2.
Sifat Kimia dari sebuah materi
merupakan sifat-sifat yang dapat diamati muncul pada saat terjadi perubahan
kimia. . Sifat kimia adalah sifat yang berkaitan dengan perubahan kimia yang
dapat dialami oleh suatu materi, misal dapat terbakar, berkarat, mudah
bereaksi, beracun, dan bersifat asam atau basa. Beberapa sifat kimia yang lain
adalah bagaimana sebuah zat dapat terurai, seperti Batu kapur yang mudah
berubah menjadi kapur tohor yang sering disebut dengan kapur sirih dan gas
karbon dioksida.contoh sifat kimia adalah: daya ionisasi,kelarutan dan
kereaktifan
2.
Perubahan Materi
Perubahan materi adalah perubahan sifat
suatu zat atau materi menjadi zat yang lain baik yang menjadi zat baru maupun
tidak. Perubahan materi terbagi menjadi dua macam, yaitu
a.Perubahan
Materi Secara Fisika atau Fisis
Perubahan fisika adalah perubahan yang
merubah suatu zat dalam hal bentuk, wujud atau ukuran, tetapi tidak merubah zat
tersebut menjadi zat baru. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak
mengakibatkan pembentukan zat baru, misalnya es meleleh menjadi air dan
tidak membentuk zat baru, tetapi hendaknya diperhatikan bahwa dalam
perubahan fisika memang terjadi beberapa perubahan dan terjadinya transformasi
energy.Contoh perubahan fisis :
a)
perubahan wujud
es
balok yang mencair menjadi air
air
menguap menjadi uap
kapur
barus menyublim menjadi gas, dsb
b)
perubahan bentuk
gandum
yang digiling menjadi tepung terigu
benang
diubah menjadi kain
batang
pohon dipotong-potong jadi kayu balok dan triplek, dll
b.Perubahan
Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan dari
suatu zat atau materi yang
menyebabkan
terbantuknya zat baru. Perubahan kimia mempunyai kenderungan untuk mengadakan
reaksi kimia.Contoh perubahan kimia :
·
bensin
biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair menjadi asap knalpot.
·
proses
fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan
sebagainya menjadi makanan
·
membuat
masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang
dapat dimakan
III.9 PERTANYAAN
1.
Setelah
berubahnya wujud, dapatkah lilin kembali ke wujud asalnya?
2.
setelah
kertas terbakar, dapatkah kertas kembali kewujud smula?
3.
perubahan
apakah yang terjadi pada lilin atau kertas seperti kegiatan diatas?
4.
buatlah
perbandingan dalam bentuk tabel perubahan
yang terjadi pada lilin dan kertas
5. buatlah
kesimpulan berdasarkan hasil yang anda peroleh!
JAWABAN
1. Lilin dapat kembali kewujud asalnya
2. Kertas tak dapat kembali pada wujud asalnya tetapi
menghasilkan zat baru
3. Lilin = mengalami perubahan bentuk yang semula padat,
jika dipanaskan akan meleleh dan jika didiamkan kembali akan kembali padat.
Kertas
= mengalami perubahan materi yang menghasilkan zat baru. Semula kertas dan
setelah mengalami proses pembakaran akan menjadi abu. Dan abu tak bisa kembali
menjadi kertas
4.
LILIN
|
KERTAS
|
|
Dapat kembali dalam wujud asal
|
Tidak dapat kembali pada wujud asal
|
|
Tidak menghasilkan zat baru
|
Menghasilkan zat baru
|
5.
kesimpulan
Dapat ditarik
kesimpulan bahwa perubahan materi dibagi menjadi dua yaitu perubahan fisika dan
perubahan kimia. Pada perubahan fisika materi atau zat yang berubah dapat
kembali pada wujud asalnya tetapi tidak menghasilkan zat baru, hanya wujudnya
saja yang berubah. Seperti halnya dengan lilin yang dipanaskan alak meleleh dan
jika didiamkan akam kembali mengeras. Sedangkan dalam perubahan kimia, zat yang
berubah tak dapat kembali pada wujud asalnya dan dapat menghasilkna zat baru. Seperti
kertas yang dibakar menghasilkan abu, dan abu tidak dapat kembali menjadi
kertas.






